Tampilkan postingan dengan label Diary. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Diary. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 28 Juli 2018

FALSAFAH ALAMAT I'ROB ala Maghfur Amien

فارفع بضم وانصبن فتحا وجر
كسرا كذكر الله عبده يسر

واجزم بتسكين وغير ما ذكر
...

ROFA' Alloh meninggikan derajat manusia diantara makhluq lainnya. Dengan kelahirannya ke dunia, setelah berkumpulnya dua insan dan terjadilah pembuahan. Inilah DLUMMAH

NASHOB setelah lahir ke dunia kita akan mengalami keletih-lelahan dan bersusah payah untuk menemukan dan membuka kemudian menempuh jalan lurus menuju akhirat. Inilah FATHAH

JAZM adalah kemantapan atau sesuatu yang harus diyakini sebagai yang pasti, yaitu kematian. Kematian sebagai gerbang menuju alam barzakh dimana manusia mulai menuai ganjaran atas kebaikan dan keburukan semasa hidupnya. Inilah SUKUN.

JARR adalah Maha Daya Yang Menarik. Dialah Allah yang semua makhluq tunduk kepada-Nya. Karena itu manusia pun harus tunduk-tawadhu serendah-rendahnya di hadapan Allah. Inilah KASROH.

DI AKHIR KALIMAT. Contoh yg digunakan mengandung makna bahwa jika Allah telah merindukan seorang hamba maka mudahlah segala urusannya. Dan Allah merindukan seorang hamba, hanya jika hamba itu merindukan-Nya. Maka hamba tersebutlah WALIYULLAH.

(Bukan copy+paste 😎 hanya mencoba menjawab pertanyaan yang mengganggu saya, kenapa alamat asli rofa' harus dhummah, nashob harus fathah dst.)

Maghfur Amien

Senin, 11 Agustus 2014

Mekanisme Pertahanan Diri (Self Defense Mechanism)

 
Baiklah, kenyataan yang perlu kita ketahui adalah pertama-tama setelah lahir ke dunia ini yang kita lakukan dalam hal perkenalan adalah usaha kita untuk mengenali orang lain.

Ketika masih bayi, kita belum paham siapakah sebenarnya perempuan yang menyusui kita setiap hari. Tetapi dengan ketidakpahaman itu kita telah berusaha mengenali lalu menyadari “perempuan yang itu yang biasanya menyusuiku (bukan yang itu atau yang lain)”. Hingga akhirnya kita mengenal dan merasa dekat dengan dia. Sampai kita akan benar-benar tahu dan paham bahwa dia (yang itu) adalah ibu kita. Dengan kata lain pertama kali yang kita lakukan sebenarnya bukanlah usaha untuk mengenali siapa diri kita, akan tetapi “siapa kau atau siapa dia”.

Alam bawah sadar kita selalu memiliki kecenderungan untuk membaca keluar, artinya apa yang ada di luar diri kita itulah yang kita lihat dan amati serta mempengaruhi kita. Tetapi yang perlu kita perhatikan adalah, bahwa sifat alami seperti itulah yang sebenarnya bisa kita gunakan dalam memahami sebuah mekanisme psikologis seseorang dalam mempertahankan diri.

Benteng Perbandingan
Saya kutipkan sebuah peribahasa “gajah di pelupuk mata tidak tampak, semut di seberang lautan tampak”. Manusia memiliki kecenderungan atau lebih suka meneliti kekurangan atau kesalahan orang lain. Dari sini bisa kita logikakan, kebalikannya, manusia tidak suka diteliti kekurangan dan kesalahanya. Dan dari sini pulalah mekanisme pertahanan diri ini bermula.

Nah, makna peribahasa itu, dapat kita kembangkan, dalam mempertahankan diri manusia selalu berusaha meneliti lingkungannya. Itu artinya kesibukan pikiran kita lebih banyak untuk mengamati hal-hal tentang orang lain. Pengamatan yang kita lakukan dengan proses memperbandingan. Hasil pengamatan dengan proses membandingkan itu seringkali kita jadikan benteng pertahanan. Pertahanan untuk berlindung dari serangan secara psikologis dari orang lain yang berusaha mengamati kita dan berusaha menghakimi kita bahwa kita ini baik atau buruk. Tentu kita biasa melakukan pengamatan seperti demikian ini di kehidupan kita.

Misalkan ketika kita merasa kurang beruntung karena tampang kita yang kurang enak dipandang. Dengan ketidakberuntungan dalam hal fisik tersebut lalu kita mengamati orang lain yang lebih tidak beruntung daripada kita. Ambil saja contoh, kita mengamati penyandang tunanetra, tunawicara, dan lain sebagainya. Pengamatan itu kita jadikan kekuatan bagi jiwa kita untuk mendapatkan perasaan bahwa kita lebih beruntung daripada mereka (orang-orang yang telah kita amati). Atau kita gunakan bentuk pembentengan yang lain. Misalnya dengan mengamati orang-orang dengan tampang yang kurang enak dipandang tapi justru menjadi sukses lantaran tampang tersebut. Hingga kita berpikir “banyak orang yang nggak ganteng, jelek seperti saya malah, tapi mereka juga bisa sukses". Itu pengamatan dari segi fisik, dalam hal lain pun tentu kita pernah melakukannya.

Dus, mekanisme pertahanan diri tiap individu memiliki caranya masing-masing. Karena perbedaan itulah menimbulkan efek adanya seseorang itu dianggap baik atau buruk. Bagaimana bisa? Saya akan uraikan di bawah ini.

Benteng Kebaikan
Sedekat atau seakrab apapun kita dengan orang lain, bahkan termasuk dengan istri kita misalnya, tentu kita tetap berusaha menjaga agar orang lain tersebut melihat kebaikan kita. Hubungan kita dengan ayah, ibu, keluarga, guru, teman, rekan kerja bagaimanapun halnya tetaplah kita akan berusaha menunjukkan kebaikan-kebaikan atau kelebihan-kelebihan kita kepada mereka. Bahkan ketika memperlihatkan rasa hormat kita kepada mereka sebenarnya juga termasuk dalam kategori menunjukkan kebaikan kita.

Sikap ingin menunjukkan kebaikan tersebut sangat alami dan tanpa kita sadari dari sikap itulah kita membangun sebuah benteng pertahanan diri. Seseorang ketika melakukan kebaikan, contoh sederhananya bersedekah. Pada dasarnya (sadar ataupun tidak) seseorang bersedekah itu sedang membentengi diri secara psikologis dengan sifat dermawan. Sifat dermawan itulah bentengnya, yang suatu saat di dalam jiwanya, ketika dia sudah tidak lagi bersedekah dia akan berlindung di benteng itu. Dengan lirih dalam pikirannya berdesir; “saya dulu sudah banyak sedekah, saya sudah pernah menjadi ahli derma, saat ini saya memang sedang tidak mampu bersedekah, tidak apa-apa lah saya tidak usah bersedekah dulu”. Atau ketika sebenarnya dia mampu bersedekah tapi karena enggan melakukan akhirnya dia tidak bersedekah dia akan berpikir; “sudahlah, dulu aku sudah bersedekah, aku sudah cukup terlihat dermawan"

Dari contoh di atas, dapat kita katakan, mekanisme pertahanan diri seseorang sebenarnya adalah bagaimana orang itu meringankan gangguan kegelisahan dalam jiwanya.

Benteng Keburukan
Sebenarnya di balik semua itu, mekanisme partahanan diri berbentengkan dengan "menunjukkan kebaikan" sumbernya adalah rasa malu. Akan tetapi bisa saja seseorang merasa tidak perlu lagi membentengi diri dengan kebaikan-kebaikan, rasa hormat kepada orang lain, bahkan tidak ragu-ragu berbuat keburukan atau malah kejahatan.

Dia merasa tidak perlu lagi sungkan-sungkan dengan menunjukkan rasa hormat kepada orang lain, merasa tidak perlu lagi dianggap dirinya baik oleh orang lain, bahkan tanpa segan mencelakakan dan berbuat jahat terhadap orang lain. Karena dia sudah tidak peduli dengan anggapan orang lain, apalagi malu.

Maka, manusia tipe seperti ini pada dasarnya juga memiliki mekanisme pertahanan diri dengan cara yang berbeda. Dia mempertahankan diri dengan menampakkan keburukan dan kejahatan. Dengan dinding keburukan dan kejahatan itulah bentengnya dibangun. Dia akan merasa hebat dan puas dengan melakukan keburukan-keburukan. Dan dengan merasa bahwa dia hebat dan puas itulah benteng pertahanan psikologis dirinya dibangun.

Kesimpulan
Pengetahuan tentang mekanisme pertahanan diri ini akan menjadi kesadaran bagi tiap orang jika telah memahaminya. Bahwa orang menjadi baik atau buruk itu sama-sama memiliki alasan. Terkadang banyak orang yang dengan mudah menghakimi orang lain bahwa orang ini baik dan yang itu buruk.

Akan tetapi yang perlu kita pahami sebelum itu adalah bahwa setiap individu membutuhkan sebuah pertahanan dimana dia akan memilih apa yang akan mendamaikan jiwanya. Mendamaikan jiwa yang seringkali mengalami kegelisahan. Sering juga pertentangan di dalam jiwa itu terjadi, ketika antara harapan dan apa yang telah diterima tidak sesuai. Dari perselisihan harapan dan apa yang diperoleh inilah lalu mulailah seseorang membangun benteng diri dengan cara memperbandingkan. Dan hingga dua macam benteng itu terpilih oleh mereka.

Jiwa kita ini terkadang sangat kerdil untuk menjadi manusia yang baik-baik dan menempuh jalan yang lurus. Sehingga jiwa yang kerdil itu melenceng dan memilih jalur yang buruk dan mencelakakan orang lain. Namun jiwa yang melenceng itu memang membutuhkan benteng yang membuatnya merasa aman meskipun benteng itu berupa keburukan.

Selasa, 08 April 2014

Himne Penyair oleh Lia Sholicha Amien


Himne Penyair
Seorang disebut penyair karena memiliki kemampuan untuk mencipta puisi. Puisi dan penyair tidak bisa dipisahkan. Sebelum seseorang terjun ke dalam dunia kepenyairan, Penyair mula-mula harus berkenalan dengan makhluk yang disebut puisi. Perkenalan itu bisa berwujud pertanyaan, siapa itu puisi? ketika bersinggungan kira-kira apa yang akan dan bisa dilakukan penyair dengan makhluk itu?

Puisi adalah makhluk yang cerdas karena daya tampungnya mengangkat berbagai masalah. Hubungan penyair dan puisi ada yang mencakup aspek pribadi, social, agama, dan ada yang mencakup semua aspek yang ada. Kemampuan berbincang dengan puisi itu harus dibekali dengan perkenalan terhadap tokoh yang bernama puisi dan apa yang dilakukannya. Ada penyair yang baru melihat kulit puisi, ada yang sudah melihat dagingnya, ada yang melihat kerangkanya dan ada pula yang sudah melihat jantung puisi, dan melihat ruh puisi dalam keadaan tanpa jasad.

Sebelum memberi isi kepada puisi, sebagai perkenalan penyair menggambarkan posisi puisi itu untuk diri mereka sendiri. Dibacakan dan dihayati sesuai lamanya mereka berkenalan dan kekuatan menjangkau bagian tubuh mana dari puisi yang sanggup mereka sentuh. Jelas masing pribadi berbeda kadarnya.

Celoteh Puisi
Di padang gersang aku berjabat tangan
Dengan seorang puisi. Aku tanyakan namanya
Juga pekerjaan yang ia tekuni.

Aku adalah hamba waktu
Menampung sejarah menjadi kata-kata.

Bibirnya fasih berkisah: muasal bumi memadat dari gumpalan air,
Adam tergelincir dari tangga langit, di tangan Ibrahim tangis berhala menyeru terhunusnya pedang, lautan di tongkat Musa melahirkan jembatan bawah laut ke permukaan, Sulaiman menampung cerita percintaan tumbuhan, dan Muhammad, disini, menitipkan pembelaan terhadap kaum perempuan.

Sungguh, tutur puisi menghidupkan udara di sekelilingku. tiap katanya mendikte udara
Melahirkan kesan, semua tidaklah tiada. Nabi-nabi itu menyaksikan, puisi bercerita.

Himne Penyair
Lapangan ini, sebentar lagi mengadakan upacara.
Ia mengundang penyair berseragam sesuai usia
Berbaris dari tinggi ke rendah

Aku Bendera, duduk di dalam nampan.  Memilih perempuan cantik membopong diriku.
Kataku pada si empunya acara: “Sebelum dipajang, aku bersyarat, aku ingin melihat warna gincu gadis yang merah. Melirik-lirik apa antara kita sudah senada. Paling tidak, usaha harmoni itu adalah tanda bahwa aku menapak di tanah. Karena lagu puisi penyair yang akan dilantunkan mengiringi perjalanan, terlampau banyak ragamnya.

Saksi atau mata-mata? 
Aku adalah puisi yang dituliskan
Ditubuh-tubuh waktu,
Masa lalu dibalik punggung.

Aku adalah puisi yang bersiap menuliskan,
Intaian, bersama waktu membuktikan kejadian.
Di tubuh-tubuh waktu,
Masa depan di hadap dada menghadang.  

Jumat, 29 November 2013

Download Kamus al-Munawwir

Download Kamus Bahasa Arab-Indonesia | Kamus bahasa arab adalah hal mutlak bagi kita yang selalu bergelut dengan pelajaran agama, terutama bagi pelajar kitab kuning. Salah satu kamus yang selalu melekat ditangan pelajar kitab kuning atau santri adalah kamus Kamus al-Munawir. Disini saya mencoba untuk berbagi secara gratis kamus bahasa arab-indonesia yaitu kamus al Munawir dalam versi digital, sehingga kamus al-munawir ini mudah untuk digunakan di era komputer ini.

Era komputer ini orang lebih suka memasukkan semuanya dalam perlengkapan elektroniknya, seperti laptop, netbook, smartphone, apalagi sekarang ini sudah tersedia smartphone canggih, seperti yang banyak reviewnya di android review, Mereka secara umum sudah melengkapi perlengkapan elektroniknya dengan kamus bahasa arab, atau software lainnya.


Untuk mendownload kamus bahasa arab-indonesia, anda bisa mendownloadnya disitus lbm.mudimesra.com, atau anda bisa juga langsung mendownloadnya di blog ini yaitu dengan klik di Kamus Bahasa Arab-Indonesia, atau dengan menggunakan link yang berada di Kamus al-Munawir.

Sudah selesai mendownloadnya, kini tinggal anda instal di laptop atau komputer masing-masing dan kamus arab indonesia pun sudah bisa digunakan. untuk mencari kata dalam kamus ini anda bisa menggunakan fasilitas search yang ada di pojok kiri atas. Oh, ya sebelum anda gunakan kamus ini silakan anda install program WinDjvu terlebih dahulu, program ini bisa Anda peroleh di alamat windjvu.

Rabu, 16 Oktober 2013

Concept: 3 basic universal conditions

Senses
Times                                            Places


3 ketegori dimensi paling universal.


  • RASA 
  • WAKTU 
  • TEMPAT